Senin, 16 Januari 2017 0 komentar

Sebuah Usaha Mengapus Yang Terukir





Mengikhlaskan sesuatu itu butuh waktu, tidak bisa instan. Apalagi untuk melepaskan seseorang yang begitu kamu sayang. Tidak mudah, sama sekali tidak mudah. Hanya saja, sesuatu yang memaksakan diri untuk lepas, sekeras apapun kamu mempertahankan tetap saja akan lepas.

Pelan pelan saja, untuk melepaskan sesuatu yang teramat kamu cintai, tidak bisa dengan waktu seketika. Nikmatilah prosesnya. Jika harus cengeng, tidak apa-apa. Karena setiap orang patah hati punya hak untuk cengeng. Nanti, waktu akan menjawab segalanya.

Tidak perlu malu apalagi takut untuk menangis, tak peduli kamu laki laki ataupun perempuan. Menangis saat hatimu sedih, saat kenyataan terasa pedih adalah hal yang wajar. Manusiawi. Dan kamu sadar kamu masih manusia. Percayalah, sekuat apapun seseorang kalau hatinya dipatahkan pasti merasakan rasa sedih, rasa kecewa semua bercampur aduk seakan dunia tidak begitu adil terhadapnya. Apalagi jika kenyataannya yang membuat patah hati adalah seseorang yang tak pernah kamu duga akan melakukan semua itu, “seseorang yang begitu kamu cintai”, Perih sekali bukan. yaaaahhh sudahlaaaah sakitnya itu tidak bisa lagi dipaparkan dengan kata kata.

Nikmati saja proses lukanya pelan namun pasti semuanya akan kembali membaik. Memang tidak ada yang tahu berapa lama butuh waktu untuk menyembuhkan luka tergantung kamunya yang menjalani, hanya saja satu yang pasti “nanti akan ada seseorang yang kembali mengisi ruang di hatimu untuk jatuh cinta bisa saja orang yang sama, yang kembali dating dengan penyesalan dan memilih mencintaimu selamanya atau barangkali seseorang yang baru tapi tidak ada jaminannya orang yang baru tersebut  adalah orang yang lebih baik namun semoga saja yang dating adalah sesorang yang tepat, yang tak akan membiarkan hatimu melarat.

Kembali lagi Berdamailah dengan dirimu. Terima lagi dirimu yang dulu bahagia tanpa dia. Biarlah semua yang ada tersimpan sebagai kenangan saja. Ayolah bangkit lagi! Peduli lagi dengan semua semua cita cita yang sempat terhenti. Jangan biarkan luka membuat semua yang pernah kamu rencanakan jadi sia sia. Kini, kamu harus mengatur langkah lagi. Meneruskan impianmu sendiri.

Cintai lagi dirimu, seperti kamu pernah mencintainya. Jika dia saja bisa kamu cintai sedalam itu, kenapa kamu mengabaikan dirimu sendiri, jika dia pernah dengan sungguh kamu perjuangkan kenapa dirimu sendiri tak bisa kamu perjuangkan. Bukankah dirimu jauh lebih penting dari kesakitan yang dia tinggalkan, bukankah dirimu jauh lebih berharga daripada segala luka yang pernah dia torehkan. Ingat lagi siapa kamu, bagaimana kamu memperjuangkan hal hal yang dulu menjadi semangatmu.

Jika rasanya itu terlalu berat lakukan dengan pelan pelan. Biarlah waktu yang memudarkan dia dalam ingatan. Kamu hanya perlu mendamaikan dirimu sendiri, menenagkan segala hal yang mungkin saja masih sering dating menghantui. Terima saja, jika kamu sulit melupakannya, semua memang butuh waktu untuk pulih, “seperti halnya orang yang lagi sakit butuh usaha untuk sembuh tidak ada obat yang berikan efek instan seketika lansung sembuh. Bertahap”.

Biarlah dia pergi, kamu harus menemukan bahagia baru lagi. Percaya atau tidak, dia bukan yang paling tepat untukmu saat dia memilih berlalu, kamu harus paham satu hal. Tidak ada orang yang benar benar ingin bersamamu yang memilih meninggalkan dengan waktu yang begitu lama.

Saat dia mulai melangkahkan kaki, artinya cinta yang dia miliki tidak lebih besar dari pada keinginanya bersamamu sampai nanti. Itulah mengapa kamu pun harus sadar diri. Kamu bukan hal yang benar benar penting baginya, lalu masih adakah alasanmu untuk tetap bertahan menunggu dia? Atau mungkin semua itu terjadi karna ada unsur dari kesalahanmu sendiri, “coba ingat kembali” kalau memang itu adanya minta maaflah se tulus mungkin. Kalau tidak, sampai kapankah kamu akan membiarkan dirimu terus saja dibuat luka?
 
;